Awalnya kami tak sengaja dipertemukan dalam sebuah forum
yang bagi saya, Asing ! Tak ku kenal siapa-siapa namanya bahkan bahasa apa yang
setiap hari disuarakannya untuk berbicara. Memandang wajahnya pun aku tak
mampu, hhhmm.. bukan tak mampu tepatnya, namun aku sendiri merasa belum siap
berhadapan dengan orang-orang yang terlihat luar biasa ini. Kami terdiri dari
sosok yang dari segi manapun berbeda, latar belakang, asal daerah, bahasa, budaya,
cara bicara, isi kepala bahkan isi kantong kita pun berbeda. Ada satu hal yang
kemudian mempertemukan dan menamai kami dengan kata Mer.C (Mentoring Center)
Sahabat Asrama, berat rasanya menyandang amanah itu, ngeri rasanya mengeja, namun
kami justru senantiasa berusaha mempersatukan hati demi perbedaan yang sekian
banyak manjadi suatu ikatan yang membawa langkah kami memenuhi amanah, ibadah
dan dakwah yang dipinang hanya dengan sebuah makna ukhuwah.
Bukan berawal dari sebuah pertemuan di tepi danau yang
tempias cahayanya terkilas dari jendela-jendela lusuh pojok asrama UI ini. Bukan
sama sekali ! Pertemuan pada Jumat, 11 Mei 2012 itu bukan awalan. Tapi itu
merupakan hasil rajutan cita-cita yang berdamai membentuk satu cinta perjuangan
tangan-tangan yang tak mau tinggal diam saat peradaban jauh tertinggal ditelan
zaman dan lenyap dari sebuah kata militan. Pertemuan menjelang senja kala itu
kembali menumbuhkan bibit rona semangat yang belakangan tak tersentuh oleh
lembutnya sapaan. Sapaan yang kemudian memberikan kabar bahwa sosok-sosok kami
adalah bayangan nyata yang berjalan di atas bumi dengan segala kesibukan dan
harapan akan berlangsungnya kemajuan peradaban agama yang mulia ini. Satu,
sibuk dengan segala macam advokasi kampus yang harus beradu dengan amanah
akhirat. Dua, sibuk dengan segala kegiatan akademisi yang juga harus bergelut
dalam kategori da’i. Tiga, empat, lima dan seterusnya yang mungkin akan
bergulat di sana dan tetap membangun satu rangkaian cita-cita kita.
Ditemani kilauan beriak danau yang dihiasi mozaik mentari
yang hendak bertandang ke peraduannya kami semakin yakin akan kekuatan makna
ukhuwah yang akan menguatkan tekad dan tujuan berasaskan tuntunan Illahi yang
akan senantiasa kami jaga dan kami perjuangkan.
Semoga kita menjadi manusia-manusia langit J
Orang-orang yang terhubung ke langit, adalah orang-orang yang menanggung
beban untuk membawa manusia ke jalan cahaya. Mereka menjadi manusia-manusia
dengan ketahanan menakjubkan menghadapi menghadapi kebengalan sesama titah. Mereka
menjadi orang-orang yang paling teguh hati, paling lapang dada, paling sabar,
paling lembut, paling santun, paling ramah, dan paling ringan tangan. Keterhubungan
dengan langit itu yang mempertahankan mereka di ats garis edar kebajikan,
sebagai bukti bahwa merekalah wakil sah dari kebenaran (Dalam Dekapan Ukhuwah : 71)
InsyaAllah kita tidak akan salah pilih sahabat,
menggadaikan jiwa-jiwa kita demi menumbuhkan kecintaan kita kepada Allah. Bahkan
menyibukkan diri dan ikut dalam organisasi di asrama sebagai tempat tinggal
kita adalah sebuah pilihan yang sangat ideal, ia akan banyak memberikan manfaat
dalam proses sosialisasi kita disamping kesibukan kegiatan fakultas yang selalu
kita bawa kemana-mana. Idealnya ikutilah satu organisasi di asrama dan satu di
fakultas untuk menyeimbangkan kita sendiri, karena sekali lagi ia akan banyak
sekali memberikan manfaat kedepannya. Jika lebih dari itu dikhawatirkan akan
mengganggu kegiatan akademis kita sendiri, begitulah salah satu pesan bang
Sani, mentor UISDP saya yang dulunya juga seorang aktivis Sahabat Asrama.
#Berkelas (Bekerja Ikhlas)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar