Menjalani proses terbaik atau mendapatkan hasil terbaik ? Tanpa pikir panjang kebanyakan orang akan berorientasi pada hasil yang terbaik. Di era serba globalisasi seperti sekarang ini, persaingan terjadi di berbagai sektor baik di bidang akademik, ekonomi, sosial dan politik. Tersedianya berbagai fasilitas yang sangat memudahkan akses informasi menyebabkan orang semakin mengandalkan teknologi dan malas berusaha dengan tangannya sendiri untuk meraih apa yang diinginkan.
Segala kemudahan yang kini bisa dinikmati masyarakat menyebabkan persaingan akademik juga kian ketat. Saya merasa ada hal yang aneh ketika melihat seorang teman yang bisa dibilang pandai daripada teman lain tetapi dia melakukan cara-cara tidak etis untuk memperoleh predikat lebih dari apa yang telah didapatkan. Misalnya dalam masa-masa menjelang Ujian Nasional banyak siswa menyusun strategi untuk mendapatkan nilai terbaik, entah dengan bekerjasama dengan teman saat ujian, mencari bocoran soal dan ada juga yang berusaha maksimal dengan belajar giat dan berdoa. Sebagian siswa yang serius bersekolah tentu akan belajar dan berdoa secara maksimal untuk mendapatkan hasil terbaik dari proses belajar terbaik pula yang dilakukannya. Namun sebagian siswa berdalih melakukan cara-cara tidak etis dengan alasan untuk membahagiakan orangtua dengan memberikan nilai yang baik. Menurut saya, melakukan usaha terbaik dengan bekal keyakinan yang penuh justru akan membawa langkah saya dalam mencapai hasil yang terbaik.
Sebuah proses belajar sekuat tenaga dengan hanya bergantung pada kemampuan diri sendiri dan Tuhan itulah sumber kekuatan saya, dengan itu saya memiliki tanggungjawab terhadap apa yang saya lakukan. Saya berorientasi untuk mendapatkan hasil terbaik dengan bercermin pada usaha saya, jika saya telah memberikan usaha terbaik maka hasil apapun yang telah dipilihkan Tuhan akan bisa saya terima dengan ikhlas. Sejak SMA saya telah menanamkan dalam hati bahwa untuk memperoleh hasil yang terbaik saya harus memberikan usaha terbaik yang bisa dilakukan. Jika saya telah berusaha melakukan usaha semaksimal mungkin namun hasil yang diperoleh tidak seperti harapan, saya akan selalu merefleksikan dalam diri dan meyakini bahwa hasil yang telah saya dapatkan adalah sesuai dengan usaha yang saya lakukan. Dengan demikian, saya merasa lebih tenang. Walaupun secara tidak langsung saya juga berorientasi pada hasil namun saya sangat menghargai usaha yang telah saya lakukan. Maka dengan hal tersebut perlahan-lahan saya menyadari dari hasil tersebut saya memahami hal yang harus saya perbaiki.
Seorang motivator pernah berkata bahwasanya jika seseorang melakukan cara-cara curang, maka balasan akan tetap mengikutinya. Bisa jadi ia akan lulus ujian dengan nilai terbaik, tapi belum tentu ia dapat melanjutkan kuliah di universitas terbaik. Jika ia dapat kuliah di universitas terbaik, belum tentu ia akan mendapatkan tempat kerja terbaik. Jika ia mendapat tempat kerja terbaik bisa jadi ia akan mengalami banyak masalah disana. Disadari atau tidak segala sesuatu yang telah dilakukan seseorang akan ada timbal balik yang sama kepadanya. Melakukan usaha terbaik akan mengarahkan langkah kita untuk meraih hasil yang terbaik pula.
Seseorang yang memiliki fokus pada tujuan akhir dan memiliki manajemen diri yang baik akan memulai setiap perjalanan hidupnya dengan cara yang baik pula. Setiap usaha terbaik yang dilakukan individu akan mengarahkannya untuk tetap berfokus pada benang merah tujuan utamanya. Jika niat seseorang sudah baik, mampu mengatur diri, maka hasil terbaik akan mengikutinya. Sebuah hasil usaha yang dicapai memberikan sebuah pelajaran kepada individu tersebut untuk selalu meningkatkan kualitas dirinya.
Suciati Zen Nur Hidayati, Fakultas Psikologi
Peserta UI- Student Development Program 2012
Tidak ada komentar:
Posting Komentar